Archive

Archive for the ‘Jateng – DIY’ Category

RAILBUS : Asyiik, 20 April, Railbus Solo-Wonogiri Beroperasi

https://i1.wp.com/kkcdn-static.kaskus.us/images/54060_20120407084718.jpgSetelah tertunda sekitar satu tahun, pengoperasian Railbus Batara Kresna akhirnya menemui titik terang. Railbus mulai beroperasi pada Jumat (20/4/2012) dengan rute Solo-Wonogiri. Pemerintah pusat secara resmi telah menyepakati pengoperasian kereta modern itu.

”Betul. Keputusannya memang demikian. Tanggal 20 April, railbus dioperasikan,” tegas Kepala Dinas perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Solo, Yosca Herman Soedrajad, ketika dimintai konfirmasi Solopos.com terkait pengoperasian Railbus Batara Kresna, Jumat (6/4/2012). Baca selanjutnya…

Heboh Foto Awan Puncak Merapi Berbentuk Kepala Petruk

https://i0.wp.com/images.detik.com/content/2010/11/01/10/mbah-petruk-dal.JPGMagelang – Di tengah kegalauan akan bahaya wedhus gembel, para pengungsi digegerkan beredarnya sebuah foto awan di Puncak Gunung Merapi. Bagaimana tidak? Dalam foto yang diambil oleh salah seorang warga Kecamatan Srumbung Magelang itu, awan itu menyerupai wajah Petruk, salah satu punakawan dalam pewayangan Jawa yang berhidung mancung.

Foto tersebut milik Suswanto (40), warga Dusun Anom, Desa Sudimoro, Kecamatan Srumbung, Magelang, Jawa Tengah. Dia mengaku mengambil foto tersebut Senin (25/10/2010) pukul 05.00 WIB dari rumahnya.
Baca selanjutnya…

Merapi: Dalam 10 Hari, Sudah 56 Tewas

https://i1.wp.com/media.vivanews.com/thumbs2/2010/11/05/98972_seorang-pria-dan-anaknya-selamat-dari-letusan-gunung-merapi_300_225.jpg“Zona berbahaya Gunung Merapi kini telah diperluas lima kilometer sejak Jumat dini hari”

VIVAnews – Sedikitnya 12 orang meninggal dan 50 lainnya cedera saat Gunung Merapi kembali meletus sepanjang malam hingga Jumat pagi, 5 November 2010. Dengan demikian, erupsi gunung berapi itu telah merenggut nyawa 56 orang sejak 26 Oktober lalu.

Kantor berita Associated Press (AP) melaporkan, jelang tengah malam, Merapi memuntahkan awan panas, disertai hujan abu dan bebatuan. Dikenal para pakar sebagai gejala pyroclastic, awan panas yang populer dengan sebutan wedhus gembel itu melaju dengan kecepatan 100 km/jam.
Baca selanjutnya…

Tremor & Awan Panas Merapi Terjadi Berentetan, Tak Bisa Dihitung

https://i0.wp.com/images.detik.com/content/2010/11/05/606/lava2.jpgJakarta – Tiap hari otoritas kegunungapian di bawah Badan Geologi Kementerian ESDM menghitung semua jenis gempa Merapi yang tercatat oleh seismograf. Namun sejak Kamis kemarin, menghitung bukan perkara gampang karena semua kategori gempa terjadi secara berentetan.

Jenis gempa yang dicatat adalah vulkanik, multiphase, tremor, gempa frekuensi rendah, guguran dan awan panas. Sejak 3 November pukul 00.00 WIB hingga Kamis (4/11) pukul 00.00 WIB, semua kategori itu ditulis terjadi berentetan. Padahal hari-hari sebelumnya ada dalam hitungan belasan, lalu puluhan dan pernah meningkat menjadi seratusan.
Baca selanjutnya…

Hujan Abu Merapi Sampai ke Purwokerto

https://i1.wp.com/images.detik.com/content/2010/11/05/10/mandisusu.jpgJakarta – Hujan abu akibat letusan Gunung Merapi semalam cukup jauh. Hujan abu disertai pasir sampai Purwokerto, Banyumas.

“Hujan pasir Merapi tidak hanya melanda daerah Kebumen dan Purworejo saja. Di daerah Purwokerto Banyumas juga terjadi hujan pasir,” ujar warga Purwokerto, Azaz, melalui fasilitas info anda detikcom, Jumat (5/11/2010).

Informasi serupa juga disampaikan Mardiono. Mardiono mengaku kaget karena saat mau berangkat kerja menemui halaman rumahnya yang serba putih.

“Di Wilayah Banyumas dan Sekitaranya, dedaunan dan atap atap rumah memutih akibat tertutup abu dari semburan abu Merapi,” ujar Mardiono, yang juga warga Purwokerto. Baca selanjutnya…

Diterjang Wedhus Gembel, Rumah-rumah di Cangkringan Terbakar

https://i1.wp.com/images.detik.com/content/2010/11/05/10/Merapi-04-Dalam.jpgJakarta – Awan panas yang dimuntahkan Merapi menerjang sangat kuat. Dusun-dusun yang berada di Kecamatan Cangkringan, Sleman, luluh lantak. Sebagian rumah hangus yang terletak 17 km dari puncak Merapi itu terbakar.

Informasi itu diperoleh detikcom dari Tim SAR yang di pengungsian GOR Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta, Jumat (5/11/2010).

“Banyak rumah terbakar di Cangkringan, hangus,” kata salah satu anggota Tim SAR. Baca selanjutnya…

Korban Tewas Letusan Gn Merapi Dini Hari Tadi Menjadi 15 Orang

https://i2.wp.com/media.tvone.co.id/uploads/image/31032010_merapi_d9497.jpgSleman, (tvOne)

Korban tewas akibat lahar panas gunung merapi di Desa Argomulyo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman bertambah menjadi 15 orang.

Kombes Tjiptono Wakapolda DIY menuturkan, baru saja timnya kembali menemukan enam orang dua diantaranya adalah anak-anak dalam keadaan tewas. Wakapolda bersama timnya belum bisa mengevakuasi korban karena masih tertimbun abu yang panas.
Baca selanjutnya…

%d blogger menyukai ini: