Arsip

Archive for the ‘Bahaya Rokok’ Category

Berjuta Bahaya dalam Sebatang Rokok !

September 11, 2008 8 komentar

Korban Rokok

Korban Rokok

Semua orang sudah tahu kalau rokok sangat berbahaya bagi kesehatan. Tapi anehnya jumlah perokok terus saja merajalela. Apakah merokok adalah hak asasi yang tidak boleh diganggu gugat? Ataukah kebiasaan rokok sudah tidak bisa dihilangkan?
Kupas tuntas dunia rokok bersama Sorowako.Net berikut ini..

Minggu (23/3)kemarin, Occupational and Public Community Health, Medical Services Department of PT.Inco mengkampanyekan program Anti Rokok dalam sebuah Dialog Interaktif di Ontaeluwu pukul 4 sore kemarin. Acara yang menargetkan jumlah peserta sekitar 200 orang ini memang merupakan program rutinnya. Menurut Ibu Siska, panitia inti, kegiatan ini sengaja dilakukan sebagai bentuk partisipasi aktif terhadap semakin meningkatnya pecandu rokok Indonesia, khususnya di Sorowako. Selain itu, juga ingin menyambut Hari Anti Tembakau Sedunia yang jatuh 31 Mei 2008 mendatang.

Kegiatan berupa materi sekitar rokok dan gejala-gejala yang ditimbulkan, kemudian dilanjutkan dengan Dialog Interaktif. Materi ini dibawakan olehDr. Tjanda Yoga Aditama, Sp.P(K), MARS, DTMH, Ditjen PP dan PL Depkes RI yang berpusat di Jakarta. Ahli konsultan penyakit paru-paru ini memang gencar mensosialisasikan bahaya rokok. Keseriusannya tersebut diaplikasikan dengan melibatkan diri secara aktif disebuah Lembaga Pemberantasan Rokok dan menjabat sebagai Ketua.

Rokok, benda kecil berbahan utama tembakau ini ternyata dapat menimbulkan ketagihan karena mengandung zat nikotin. Zat inilah yang sesungguhnya menyebabkan orang sangat sulit melepaskan kebiasaan merokoknya. Dari segi ekonomi tentu saja ini sangat merugikan. Mau tidak mau perokok aktif akan terus berusaha memenuhi keinginan merokoknya yang didorong oleh adanya pengaruh zat adiktif.

Selain mempengaruhi kondisi ekonomi, tentu saja rokok sangat membahayakan kesehatan. Dalam asap rokok terkandung 4000 bahan kimia yang sebagiannya bersifat karsinogen (pencetus kanker). Racun-racun dalam asap rokok inilah yang menyebabkan gangguan katarak pada mata, kulit keriput, serta kerontokan pada rambut. Merokok juga sangat berbahaya bagi wanita karena dapat menyebabkan gangguan reproduksi, bahkan pada wanita hamil yang merokok dapat menyebabkan keguguran dan kematian janin

Sisi lain yang dirugikan oleh perokok aktif adalah kehidupan sosialnya. Kebiasaan merokok tanpa mengindahkan orang disekelilingnya (perokok pasif) juga sangat beresiko menyebabkan mereka mengidap penyakit kanker. Sebagian perokok tidak bisa memahami apalagi diharapkan untuk bertoleransi pada ketidaknyamanan perokok pasif yang tepaksa mengisap asap rokok. Anak-anak perokok aktif juga sangat bepotensi mengidap penyakit yang sama bahkan kebiasaan buruk ini dapat menular pada mereka karena mendapat contoh dari orangtuanya.

Merokok memang merupakan hak asasi manusia. Namun bila dipandang dari banyaknya kerugian yang dapat ditimbulkan daripada kenikmatan sesaat yang dirasakan, nampaknya berhenti merokok adalah KEWAJIBAN. Memang sulit untuk melakukan. Dibutuhkan perjuangan extra terutama bagi mereka yang telah bertahun-tahun mencicipi rokok. Akan tetapi kesadaran yang tinggi terhadap efek buruk yang dapat terjadi dan adanya keinginan serta motivasi yang kuat dapat membantu perokok aktif menghentikan kebiasaan merokoknya secara perlahan-lahan. Bila dilakukan secara rutin dan tetap bersabar maka hasil yang optimalpun akan didapat.

Nah para perokok yang baik hati…
Segeralah mengemas hidup dengan cara yang lebih bermanfaat bagi diri, keluarga, teman, serta saudara-saudara yang lain.

Jangan Merokok lagi yah…

Iklan

Bahaya Merokok dan Berusaha Berhenti Merokok!!!

Agustus 29, 2008 3 komentar

Berhenti MEROKOK

CARA BERHENTI MEROKOK

dwitagamarokokskolah.jpgHari belum banyak bergeser beberapa menit dari pukul enam pagi hari … matahari masih malu-malu terbit, di pertigaan jalan … seorang remaja memakai baju seragam putih abu-abu dengan kemeja dibiarkan terurai tak dimasukkan ke dalam celana, duduk berjongkok dengan kedua lengan bertumpu di lutut kiri dan kanan … pada ujung jari lengan kanan, diantara telunjuk dan jari tengah terselip benda putih berasap … dimasukkan benda itu ke mulutnya … lalu dia bernafas dalam … matanya menatap lurus ke satu titik … kosong … menerawang … diulanginya lagi masukkan benda itu ke mulutnya … setelah dihisap, dihembuskan … matanya masih tetap kosong menerawang … ach ….  anak muda itu kecanduan.

Posting sebelum ini bertubi tentang rokok diawali dengan keprihatinan diatas. Banyak panduan, petunjuk, cara, teknik, tip, kiat, saran, iklan, produk dan sejenisnya yang berhubungan dengan berhenti merokok (quit smoking). Semuanya mungkin tidak bisa mengalahkan niat, hati nurani, tekad, kesadaran diri sendiri untuk benar-benar “stop merokok”, tidak untuk rokok, tobat merokok, jauhi rokok, “bebas rokok”.

Misalnya tip “berhenti merokok” dari CDC.gov (terjemahan bebas yang diperingkas):

  1. Jangan merokok sama sekali
    Merokok dengan penurunan frekuensi dan kuantitas tidak dianjurkan. Cobalah untuk langsung berhenti total.
  2. Membuat daftar alasan berhenti merokok
    Mulai dari alasan kesehatan, keuangan, dan keluarga.
  3. Menyadari bahwa berhenti merokok membutuhkan usaha tertentu
    Perokok yang ingin berhenti merokok perlu mengetahui informasi tentang kecanduan nikotin, gejala putus rokok, terapi pengganti nikotin. Tidak ada usaha yang benar-benar mudah.
  4. Sebagian dari seluruh perokok dewasa berhasil berhenti merokok
    Anda pun pasti bisa. Raihlah peluang kesehatan anda sekarang.
  5. Carilah bantuan jika anda membutuhkannya
    Banyak yang menawarkan cara dan kiat berhenti merokok. Materi dan program online tersedia. Dokter dan dokter gigi umumnya juga mendukung usaha ini.

Dari Questions and Answers About Smoking Cessation (terjemahan bebas dan diperingkas):

  • Seberapa penting berhenti merokok?
    Sangatlah penting. Merokok sebagai faktor risiko utama kanker paru (penyebab kematian tertinggi karena kanker), berhubungan pula dengan risiko kanker lainnya, kelainan jantung, pembuluh darah, gangguan kehamilan, impotensi, dll.
  • Apa saja manfaat yang segera diperoleh saat berhenti merokok?
    Kadar karbon monoksida berkurang, sehingga kemampuan darah untuk mengikat oksigen akan meningkat. Denyut nadi dan tekanan darah yang sebelumnya tinggi, akan menurun menuju normal. Nafsu makan, indera pembauan, dan pernapasan akan berangsur-angsur membaik.
  • Apa saja manfaat jangka panjang berhenti merokok?
    Usia hidup yang lebih lama dibanding perokok.
    Setelah 10-15 tahun, risiko kematian prematur mantan perokok akan menyamai seorang yang tidak merokok.
    Setelah 10 tahun, risiko kematian mantan perokok karena kanker paru akan berkurang 30-50% dibanding mereka yang masih merokok.
    Wanita yang berhenti merokok sebelum hamil atau berhenti merokok saat 3 bulan pertama kehamilannya dapat mengurangi risiko bayi BBLR dan kelainan janin lainnya.
    Risiko penyakit yang berhubungan dengan merokok pun berkurang (kelainan jantung, pembuluh darah, penyakit paru kronis, dll).
  • Penghentian merokok pada usia berapa yang paling bermanfaat?
    Pada segala usia.
    Perokok yang berhenti merokok sebelum usia 50 tahun memiliki risiko-meninggal 16 tahun kemudian-separuhnya dibandingkan yang masih merokok.
    Mulai usia 64 tahun, risiko kematian sama pada perokok dan tidak perokok.
    Manfaat jangka pendek, berkurangnya risiko kelainan jantung dan pembuluh darah, meningkatnya fungsi paru merupakan alasan yang baik untuk bebas rokok.
  • Apa saja kesulitan berhenti merokok?
    Efek jangka pendek (terutama perokok dengan frekuensi dan kuantitas tinggi): cemas, mudah emosi, lapar, mudah lelah, sulit tidur, dan sulit berkonsentrasi. Banyak pula yang mengalami kenaikan berat badan, biasanya kurang dari 10 pon.
  • Bagaimana penyedia layanan kesehatan membantu pasiennya berhenti merokok?
    Dokter dan dokter gigi umumnya memiliki informasi risiko kesehatan merokok dan berhenti merokok. Dokter juga dapat menganjurkan program dan terapi berhenti merokok.
  • Apa yang dimaksud terapi pengganti nikotin (nicotine replacement therapy)?
    Nikotin adalah zat kimia dalam rokok yang menyebabkan kecanduan.
    Terapi pengganti nikotin prinsipnya adalah pemberian zat pengganti nikotin dalam dosis kecil dan bertahap untuk mengurangi gejala kecanduan ‘menagih kembali’ nikotin (withdrawal symptoms).
    Empat (4) bentuk yang tersedia (tempel [patches], permen [gum], semprot [nasal spray], hirup [inhaler]) nampak cukup efektif.
    Kombinasi diantaranya dinyatakan menghasilkan rata-rata waktu berhenti merokok yang lebih panjang dibanding terapi tunggal.
    Permen nikotin yang dikombinasikan dengan terapi tempel nikotin, mampu mengurangi gejala putus rokok lebih baik dibanding terapi tunggal.
    Sebaiknya tetap dikombinasikan dengan konseling dokter, farmasi, dokter gigi, atau penyedia layanan kesehatan lainnya. 

The nicotine patch, which is available over the counter (without a prescription), supplies a steady amount of nicotine to the body through the skin. The nicotine patch is sold in varying strengths as an 8-week smoking cessation treatment. Nicotine doses are gradually lowered as the treatment progresses. The nicotine patch may not be a good choice for people with skin problems or allergies to adhesive tape.

Nicotine gum is available over the counter in 2- and 4-mg strengths. Chewing nicotine gum releases nicotine into the bloodstream through the lining of the mouth. Nicotine gum might not be appropriate for people with temporomandibular joint disease (TMJ) or for those with dentures or other dental work such as bridges.

Nicotine nasal spray was approved by the U.S. Food and Drug Administration (FDA) in 1996 for use by prescription only. The spray comes in a pump bottle containing nicotine that tobacco users can inhale when they have an urge to smoke. This product is not recommended for people with nasal or sinus conditions, allergies, or asthma, nor is it recommended for young tobacco users.

A nicotine inhaler, also available only by prescription, was approved by the FDA in 1997. This device delivers a vaporized form of nicotine to the mouth through a mouthpiece attached to a plastic cartridge. Even though it is called an inhaler, the device does not deliver nicotine to the lungs the way a cigarette does. Most of the nicotine only travels to the mouth and throat, where it is absorbed through the mucous membranes. Common side effects include throat and mouth irritation and coughing. Anyone with a bronchial problem such as asthma should use it with caution.

  • Adakah upaya penghentian merokok yang tidak mengandung nikotin?
    Bupropion, resep antidepresan yang dipasarkan dengan nama Zyban®, telah disetujui oleh US FDA (1997) untuk terapi kecanduan / adiksi nikotin.
    Efek samping obat yang perlu diperhatikan yaitu mulut kering, sulit tidur, pusing, dan kemerahan kulit. Penderita yang mengidap kejang (mis. epilepsi), kelainan pola makan (mis. anoreksia, bulimia), atau dalam pengobatan yang mengandung bupropion hidroklorida sebaiknya tidak mengkonsumsi obat ini.
  • Bagaimana jika muncul kekambuhan?
    Banyak perokok menyatakan bahwa berhenti merokok memang sulit. Membutuhkan 2-3 kali usaha sebelum benar-benar berhenti. Kekambuhan sering muncul pada minggu atau bulan pertama. Perokok yang berhenti merokok selama 3 bulan biasanya akan lebih mampu bertahan hidup bebas rokok.
  • Apalagi ya yang dibutuhkan / ditunggu perokok untuk berhenti merokok?
    Tinggal pilih cara murah (mengurangi risiko) atau cara mahal (mengobati akibat). Ambil peluang sekarang atau nanti.

    Bahan kimia berbahaya yang terkandung pada rokok !!!!

    Zat Kimia Pada Rokok

    Zat Kimia Pada Rokok

    Oleh Yoky Edy Saputra, S.Si
    Alumni Jurusan Kimia FMIPA Universitas Andalas Padang

    Apakah Anda termasuk orang yang mempunyai kepedulian yang besar dengan masalah kesehatan? Jika ya, maka tulisan ini sangat berguna bagi Anda. Tahukah kita, tanpa kita sadari, lingkungan sekitar kita, termasuk barang-barang kebutuhan sehari-hari yang kita gunakan, dapat memberikan dampak negatif terhadap kesehatan tubuh kita. Tanpa sadar kita telah menghirup bahan-bahan kimia berbahaya yang berasal dari benda-benda yang terdapat di tempat tinggal kita. Berikut ini penulis uraikan beberapa bahan kimia berbahaya yang sering terkontaminasi dengan tubuh kita tanpa kita sadari. Meskipun kadar bahan-bahan kimia yang masuk ke udara tersebut belum melebihi ambang batas yang diperbolehkan, namun jika terjadi paparan dalam waktu yang lama dan terus menerus dapat berpengaruh bagi kesehatan kita.

    1. Asbes

    Asbes merupakan serat mineral silika yang bersifat fleksibel, tahan lama dan tidak mudah terbakar. Asbes banyak digunakan sebagai penghantar listrik dan penghantar panas yang baik. Asbes banyak digunakan sebagai isolator panas dan pada pipa saluran pembuangan limbah rumah tangga, dan bahan material atap rumah. Asbes banyak digunakan dalam bahan-bahan bangunan. Jika ikatan asbes dalam senyawanya lepas, maka serat asbes akan masuk ke udara dan bertahan dalam waktu yang lama.

    2. Bioaerosol

    Kontaminan biologi seperti virus, bakteri, jamur, lumut , serangga atau serbuk sari tumbuhan. Kontaminan biologi tersebut jika dihembus oleh angin akan masuk ke udara dan mencemari udara bersih.

    3. Formaldehid

    Formaldehid merupakan aldehid sederhana. Gas formaldehid tidak berwarna dan diemisikan dari bahan-bahan bangunan, industri rumah tangga atau proses pembakaran. Formaldehid juga terdapat pada produk kayu yang dipres, papan, papan dinding, tekstil (seperti pada karpet dan pakaian).

    Formaldehid dapat masuk ke udara akibat terjadi pengikisan dan penguapan akibat panas yang tinggi.

    4. Bahan-bahan pertikulat

    Dalam kehidupan sehari-hari pertikulat dikenal dengan istilah debu yang berterbangan di udara. Partikulat juga bisa ditemui dalam bentuk logam-logam berta yang jika terhirup oleh manusia akan mengakibatkan penyakit.

    5. Senyawa organik volatil (Volatil Organic Compound)

    Senyawa organik volatil (VOC) mudah menguap pada suhu kamar. VOC sering ditemui dalam bentuk aerosol yang terdapat pada pembersih, cat, vernis, produk-produk kayu yang di-pres, pestisida, dan semir.

    6. Karbon monoksida (CO)

    Karbon monoksida atau CO adalah suatu gas yang tidak berwarna, tidak berbau dan juga tidak berasa. Gas CO dapat berbentuk cairan pada suhu dibawah 129oC. Gas CO sebagian besar berasal dari pembakaran bahan fosil dengan udara, berupa gas buangan. Kota besar yang padat lalu lintasnya akan banyak menghasilkan gas CO sehingga kadar CO dalam uadra relatif tinggi dibandingkan dengan daerah pedesaan. Selain itu dari gas CO dapat pula terbentuk dari proses industri. Secara alamiah gas CO juga dapat terbentuk, walaupun jumlahnya relatif sedikit, seperti gas hasil kegiatan gunung berapi, proses biologi dan lain-lain. Secara umum terbentuk gas CO adalah melalui proses berikut ini :

    Pertama, pembakaran bahan bakar fosil.

    Kedua, pada suhu tinggi terjadi reaksi antara karbondioksida (CO2) dengan karbon C yang menghasilkan gas CO.

    Ketiga, pada suhu tinggi, CO2 dapat terurai kembali menjadi CO dan oksigen.

    Penyebaran gas CO diudara tergantung pada keadaan lingkungan. Untuk daerah perkotaan yang banyak kegiatan industrinya dan lalu lintasnya padat, udaranya sudah banyak tercemar oleh gas CO. Sedangkan daerah pimggiran kota atau desa, cemaran CO diudara relatif sedikit. Ternyata tanah yang masih terbuka dimana belum ada bangunan diatasnya, dapat membantu penyerapan gas CO. Hal ini disebabkan mikroorganisme yang ada didalam tanah mampu menyerap gas CO yang terdapat diudara. Angin dapat mengurangi konsentrasi gas CO pada suatu tempat karena perpindahan ke tempat lain.

    Karbon monoksida (CO) apabila terhisap ke dalam paru-paru akan ikut peredaran darah dan akan menghalangi masuknya oksigen yang akan dibutuhkan oleh tubuh. Hal ini dapat terjadi karena gas CO bersifat racun metabolisme, ikut bereaksi secara metabolisme dengan darah. Seperti halnya oksigen, gas CO bereaksi dengan darah (hemoglobin) :

    Hemoglobin + O2 -> O2Hb (oksihemoglobin)

    Hemoglobin + CO -> COHb (karboksihemoglobin)

    Konsentrasi gas CO sampai dengan 100 ppm masih dianggap aman jika waktu kontak hanya sebentar. Gas CO sebanyak 30 ppm apabila dihisap manusia selama 8 jam akan menimbulkan rasa pusing dan mual. Pengaruh karbon monoksida (CO) terhadap tubuh manusia ternyata tidak sama dengan manusia yang satu dengan yang lainnya. Konsentrasi gas CO disuatu ruang akan naik bila di ruangan itu ada orang yang merokok. Orang yang merokok akan mengeluarkan asap rokok yang mengandung gas CO dengan konsentrasi lebih dari 20.000 ppm yang kemudian menjadi encer sekitar 400-5000 ppm selama dihisap. Konsentrasi gas CO yang tinggi didalam asap rokok menyebabkan kandungan COHb dalam darah orang yang merokok jadi meningkat. Keadaan ini sudah barang tentu sangat membahayakan kesehatan orang yang merokok. Orang yang merokok dalam waktu yang cukup lama (perokok berat) konsentrasi COHb dalam darahnya sekitar 6,9%. Hal inilah yang menyebabkan perokok berat mudah terkena serangan jantung.

    Pengaruh konsentrasi gas CO di udara sampai dengan dengan 100 ppm terhadap tanaman hampir tidak ada, khususnya pada tanaman tingkat tinggi. Bila konsentrasi gas CO di udara mencapai 2000 ppm dan waktu kontak lebih dari 24 jam, maka kana mempengaruhi kemampuan fiksasi nitrogen oleh bakteri bebas yang ada pada lingkungan terutama yang terdapat pada akar tanaman.

    Penurunan kesadaran sehingga terjadi banyak kecelakaan, fungsi sistem kontrol syaraf turun serta fungsi jantung dan paru-paru menurun bahkan dapat menyebabkan kematian. Waktu tinggal CO dalam atmosfer lebih kurang 4 bulan. CO dapat dioksidasi menjadi CO2 dalam atmosfer adalah HO dan HO2 radikal, atau oksigen dan ozon. Mikroorganisme tanah merupakan bahan yang dapat menghilangkan CO dari atmosfer.

    Dari penelitian diketahui bahwa udara yang mengandung CO sebesar 120 ppm dapat dihilangkan selama 3 jam dengan cara mengontakkan dengan 2,8 kg tanah (Human, 1971), dengan demikian mikroorganisme dapat pula menghilangkan senyawa CO dari lingkungan, sejauh ini yang berperan aktif adalah jamur penicillium dan Aspergillus.

    Kiat berhenti merokok !

    Agustus 27, 2008 1 komentar

    Sebenarnya banyak para perokok yang ingin “berhenti merokok”. Namun mereka tidak kuasa melakukannya. Mengingat hal ini sama sekali bukan hal yang mudah untuk dilakukan. Tapi kalau Anda memang sungguh berniat berhenti merokok, tips dibawah ini sangat layak untuk dicoba:

    • Cobalah mengevaluasi kebiasaan merokok Anda.
      Apa sebabnya dan kapan Anda mulai merokok? Apakah anda merokok misalnya, hanya setelah makan siang atau ketika Anda sedang stres? Pernahkah anda mencoba untuk berhenti merokok? Tanyakan pada diri Anda apa yang menyebabkan Anda gagal berhenti merokok. Dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut akan membantu Anda mengklarifikasi apa yang Anda harus lakukan untuk berhasil berhenti merokok.
    • Buatlah rencana.
      Misalnya bicara dengan dokter Anda tentang strategi berhenti merokok. Dengan mengulum permen atau mengisap inhaler, misalnya bisa membantu Anda pelan-pelan berhenti merokok. Dan satu lagi cara, yakni melakukan pekerjaan yang paling Anda sukai. Paling tidak, dengan aktifitas yang tidak begitu berat Anda akan lebih fokus pada pekerjaan sehingga tak sempat merokok.
    • Beritahukan semua orang, baik teman, rekan kerja, kerabat dan keluarga Anda kalau Anda ingin berhenti merokok. Minta mereka ikut membantu Anda, misalnya dengan tidak merokok di depan Anda. 
    • Berteman dengan sesama orang yang pernah merokok.
      Jika memungkinkan, bergabunglah dengan orang-orang yang telah berhasil berhenti merokok terutama dengan mereka yang sejak awal telah mendorong Anda berhenti merokok. Jika ini tidak mungkin, bertemanlah dengan perokok lain yang juga sedang berhenti merokok.
    • Pindahkan semua hal yang berhubungan dengan rokok, baik cerutu, asbak maupun korek api. Yang jelas bersihkan rumah, kantor, mobil dan baju Anda yang berbau rokok karena hanya akan mengingatkan Anda tentang rokok. 
    • Hindari situasi/keadaan yang biasanya membuat Anda ingin merokok.
      Rencanakan aktivitas yang tidak bersangkutan dengan merokok. Misalnya, jika anda biasanya merokok ketika pergi ke bar atau restoran, maka rencanakan pergi ke bioskop atau ke tempat-tempat lain yang tidak memungkinkan Anda merokok.
    • Ingatkan selalu diri Anda mengapa ingin berhenti merokok.
      Hal semacam ini diperlukan terutama pada saat Anda merasa butuh rokok untuk menghilangkan rasa suntuk atau stres. Dengan mengingat alasan Anda berhenti paling tidak akan membantu Anda sendiri.

    Merokok dapat merusak kesehatan?

    Agustus 27, 2008 1 komentar

    Kian hari kian mudah menjumpai perokok seusia anak baru gede. Robert Kim Farley rupanya betul. Kata perwakilan Organisasi Kesehatan Dunia untuk Indonesia ini: tembakau kini telah memingit anak-anak dan remaja di dalam candu.

    Ia mengacu kepada penelitian terakhir yang melingkap kebanyakan perokok sekarang memulai kebiasaan mengisap asap Nicotiana tabacum selagi remaja kencur.

    Telusuran di dalam negeri setali tiga uang. Survei Sosial Ekonomi Nasional tahun 1995 menemukan 23 persen penduduk Indonesia berumur sepuluh tahun ke atas terjerat rokok.

    Terhadap tuaian survei itu, pemerintah tak berpangku tangan. Setiap bungkus rokok dicantumi dengan peringatan bikinan Departemen Kesehatan. Tayangan televisi disisipi telop berupa maklumat dari departemen itu juga meski durasinya terlalu pendek untuk bisa dicerna.

    Bagaimana isi peringatan itu? Pada kemasan rokok keretek tersua kalimat sederhana dan ringkas: Merokok dapat merusak kesehatan. Sedangkan di bungkus rokok putih, tegurannya rada panjang sekaligus lugas. Ungkapan merusak kesehatan diganti dengan menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi, dan gangguan kehamilan dan janin.

    Karena populasi pencandu terus menanjak, peringatan ini tampaknya lebih dari sekadar label. Tinggal buat kita melihat sejauh mana ia berpotensi menyadarkan orang, terutama kawula muda, akan bahaya merokok.

    Bisa dipastikan wanti-wanti pemerintah itu merujuk kepada stating of fact bahwa merokok menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi, serta gangguan kehamilan dan janin. Jadi, seperti yang sudah diperlihatkan WHO dan Departemen Kesehatan, ada temuan epidemiologi yang memperlihatkan korelasi antara merokok dengan-katakanlah-kanker paru-paru atau serangan jantung.

    Angka statistiknya: rata-rata 11.000 orang mati tiap hari yang ditengarai berbiangkeladikan racun kandungan asap rokok. Diprakirakan nanti, dalam kurun tahun 2020 sampai 2030, rata-rata 27.000 orang mati tiap hari lantaran racun serupa.

    Yang kemudian bikin soal adalah tambahan kata dapat pada stating of fact tadi sehingga wanti-wanti itu menjadi merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi, dan gangguan kehamilan dan janin. Yang terakhir ini justru yang sampai di ruang publik melalui bungkus rokok dan telop di televisi tadi.

    Padanan kata dapat dalam konteks ini, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi ketiga (2001), ialah ’mungkin’ yang bermakna ’belum tentu’. Pantarannya dalam bahasa Inggris adalah may yang berarti ’to indicate that it is possible for something to happen’ (Collins Cobuild Dictionary).

    Kalau begitu, kalimat merokok dapat menyebabkan kanker bisa diartikan sebagai merokok belum tentu menyebabkan kanker.

    Secara kasatmata terlihat bahwa pernyataan fakta yang mengacu kepada temuan epidemiologi tadi justru kontradiksi dengan pernyataan fakta keluaran pemerintah yang sebetulnya berlandas pada yang disebut pertama.

    Apakah uraian ini akan memangkung Departemen Kesehatan untuk mengubah kalimat peringatan pada bungkus rokok yang akan dilinting di kemudian hari?

    Tanpa dukungan fakta, termasuk kejujuran, suatu ungkapan bisa menjadi rangkaian kata tanpa makna atau sebuah pseudo-statement, pernyataan lancung. Pengelabuan fakta melalui pernyataan lancung terkadang sulit dihindari, tapi tidak boleh dibudayakan.

    Kata Socrates, “False words are not evil in themselves, but they infect the soul with evil.

    Di negara-negara maju, wanti-wanti bahaya merokok dirumuskan dengan jelas dan tegas: Cigarettes destroy your lung!

    %d blogger menyukai ini: