Beranda > Lingkungan, Nusantara > Lestarikan Badak, Jurnalis Melakukan Kampanye Lestarikan Badak Jawa

Lestarikan Badak, Jurnalis Melakukan Kampanye Lestarikan Badak Jawa

https://dhiez.files.wordpress.com/2013/11/17c0b-badak-cula1.jpegDemi untuk me-lestarikan Badak, para jurnalis melakukan kampanye Lestarikan Badak Jawa, mengajak masyarakat untuk sadar dan turut melindungi serta me-lestarikan Badak. Badak jawa adalah salah satu spesies terlangka di dunia dengan perkiraan jumlah populasi tak lebih dari 35 ekor di Taman Nasional Ujung Kulon.

Badak Jawa termasuk lima spesies Badak paling langka yang ada di dunia dan telah masuk dalam Daftar Merah badan konservasi dunia IUCN, yaitu dalam kategori sangat terancam. Demi untuk menjaga kelestarian badak, para jurnalis Kompas membentuk suatu kampanye online “Lestarikan Badak” untuk mengajak masyarakat perduli akan keberadaan badak dan agar tidak meng-eksploitasi keberadaan badak dengan memanfaatkan cula nya untuk dijual.

https://i0.wp.com/blogs.voanews.com/indonesian/kontes-ngeblog-voa/files/2012/07/badak.jpg

Jurnalis Kompas melakukan kampanye “Lestarikan Badak” atas dasar keprihatinan terhadap badak jawa yang beritanya baru-baru ini telah di temukan bangkai badak tanpa cula di taman nasional kruger. (Baca juga : badak tanpa cula di Taman Nasional Kruger Afrika). Badak tersebut mati akibat perburuan liar dan cula-nya di ambil untuk kepentingan tertentu. Melihat kejadian tersebut, kami para jurnalis mengambil sikap untuk melakukan kampanye, agar kejadian tersebut tidak terulang dan khususnya untuk menghindari hal serupa di Indonesia.

https://i0.wp.com/image.metrotvnews.com/bank_images/actual/196901.jpg

Badak memiliki karakteristik:

Berukuran besar.
Dapat mencapai bobot lebih dari satu ton.
Satu atau dua cula pada bagian tengah dahi. Jika berjumlah dua, salah satu terletak di depan yang lainnya (tidak bersisian).
Termasuk hewan herbivora
Kulit dengan tebal berkisar 1.5 – 5 cm yang terbentuk dari lapisan kolagen.
Memiliki indra pendengaran dan penciuman yang tajam, tapi tidak dapat melihat jauh.
Sebagian besar badak dapat hidup melebihi 40 tahun.
https://i1.wp.com/esq-news.com/sites/default/files/imagecache/620x/2011/12/img/2404badak-nepal.jpg
Walaupun termasuk herbivora, badak adalah hewan yang berbahaya. Di India dan Nepal, badak merupakan penyebab utama kematian manusia, melebihi yang jumlah yang disebabkan oleh harimau dan macan tutul. Badak bahkan diketahui pernah menyerang gajah pembawa wisatawan.

Berbeda dengan tanduk yang memiliki inti berupa tulang, cula badak hanya terdiri dari keratin. Cula badak telah dan masih digunakan di pengobatan tradisional Cina dan sebagai pegangan pisau di Yaman dan Oman.

https://i2.wp.com/data.tribunnews.com/foto/bank/images/Bayi-Badak-Ratu.jpg

Cula badak yang dihancurkan dan dijadikan bubuk dipercayai memiliki kemampuan penyembuh penyakit demam dan efek afrodisiak, meski tidak ada bukti ilmiah mengenai hal itu. Cina telah menandatangani pakta CITES dan membuang cula badak dari daftar obat-obatan Cina (Pharmacopoeia of the People’s Republic of China), oleh kementrian kesehatan, tahun 1993. Di tahun 2011, Inggris juga melakukan hal yang sama dan mengutuk penggunaan cula badak pada praktek pengobatan tradisional Cina. Sejumlah paktisi pengobatan tradisional Cina juga telah bersuara menentang penggunaan cula badak.

Untuk mencegah perburuan cula badak, di berbagai kawasan perlindungan badak dibius dan cula badak dibuang dari tubuh badak. Jagawana (polisi hutan) bersenjata api dikerahkan untuk melindungi badak dan melawan pemburu badak, dan diizinkan untuk membunuh pemburu di tempat. Di tahun 2011, 448 badak dibunuh untuk culanya di Afrika Selatan. Cula badak bernilai tinggi dan dihargai rata-rata US$ 250.000 di Vietnam

https://i1.wp.com/www.iberita.com/wp-content/uploads/2013/03/Badak-Jawa.jpg

Harapan Jurnalis melalui kampanye Lestarikan Badak untuk mengingatkan sertau menghimbau pemerintah agar memberikan perhatian lebih kepada populasi Badak yang ada saat ini. Jurnalis juga mengajak masyarakat agar ikut me-Lestarikan Badak, apabila menemukan serta melihat gerak-gerik yang mencurigakan di area Taman Nasional, segera laporkan ke pihak yang berwajib. Ini semua demi keberlangsungan kehidupan populasi Badak Jawa.

Ayo Lestarikan Badak Jawa !

Referensi : National Geographics, Google

  1. April 20, 2014 pukul 3:57 pm

    berharap semoga badak jawa tidak punah….

  1. November 29, 2013 pukul 11:09 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: