Beranda > D.K.I Jakarta > Cara Jokowi Dekati Juru Parkir dan Pedagang

Cara Jokowi Dekati Juru Parkir dan Pedagang

https://i1.wp.com/media.vivanews.com/thumbs2/2012/03/19/148193_jokowi-daftar-cagub-naik-kopaja_300_225.jpgVIVAnews – Calon Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mulai mendekati warga Ibukota dengan makan siang bersama juru parkir dan pedagang kaki lima di Jalan Gajah Mada dan Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Pusat, 1 April 2012.

Kedatangan Jokowi sontak disambut puluhan warga serta juru parkir. Namun, Jokowi tak ditemani oleh pasangannya, Basuki Tjahaya Purnama atau Ahok.

“Mari Pak Jokowi makan siang dahulu,” kata koordinator Sajupek (Solidaritas Juru parkir, PKL, pengusaha, dan Karyawan Gajah Mada, Hayam Wuruk, Glodok), Lieus Sungkharisma, Jakarta, Minggu, 1 April 2012.
Atas ajakan itu, Jokowi langsung memesan somay dengan tahu ditambah sedikit sambal.

Sementara, Anton pedagang somay, yang dihampiri oleh Jokowi mengaku senang dengan kehadiran calon gubernur DKI Jakarta itu. “Tidak menyangka, pak Jokowi akan makan somay,” kata Anton.

Setelah makan somay, Jokowi kemudian mendatangi pedagang nasi goreng. Ia bertanya kepada stafnya apakah masih memiliki waktu di tempat tersebut. “Saya minta lima menit, makan nasi goreng. Nasinya jangan banyak-banyak,” kata walikota Solo itu.

Banyak warga yang juga turut makan siang bersama Jokowi. Mereka memesan makanan yang tersedia seperi gado-gado, nasi goreng, ketoprak dan sop daging. Untuk mendapatkan makanan gratis ini, mereka dibagikan kupon.

Dalam kesempatan ini, Jokowi juga mengatakan tidak akan melakukan penggusuran terhadap pedagang kaki lima. Jokowi menjanjikan solusi berupa pemberian fasilitas, ketimbang penggusuran paksa.

“Karena ini adalah fakta ekonomi rakyat kita. Kalau mal diberi ruang, mestinya PKL juga diberi ruang untuk diberi rezeki,” kata dia.

Selain itu, pedagang mengeluhkan sejumlah permasalahan. Misalnya larangan buka 24 jam bagi pedagang kaki lima dan pemilik toko, juga rencana peninggian trotoar hingga 25 cm.

“Bilangnya penataan, tapi supaya mobil tidak parkir. Padahal depan toko ini masih milik kami, sertifikat masih masuk,” kata Lieus.

“Keliru kalau menaikkan 25 cm, dua centimeter ini saja jadi masalah. Karena feng shui jalan tidak bisa lebih tinggi dari rumah. Chinatown ini jangan diobrak-abrik lah,” lanjutnya.

Jokowi kemudian mengatakan, dia datang ke daerah itu agar dirinya benar-benar dapat menguasai masalah Jakarta di berbagai daerah. Termasuk masalah kompleks yang terjadi di daerah Pecinan.

“Kalau saya datang tidak menguasai medan dan masalah, bagamana nanti jadi Gubernur. Ini saya dalam rangka mendapatkan masukan,” kata dia.

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: