Beranda > Jateng - DIY > Tremor & Awan Panas Merapi Terjadi Berentetan, Tak Bisa Dihitung

Tremor & Awan Panas Merapi Terjadi Berentetan, Tak Bisa Dihitung

https://i0.wp.com/images.detik.com/content/2010/11/05/606/lava2.jpgJakarta – Tiap hari otoritas kegunungapian di bawah Badan Geologi Kementerian ESDM menghitung semua jenis gempa Merapi yang tercatat oleh seismograf. Namun sejak Kamis kemarin, menghitung bukan perkara gampang karena semua kategori gempa terjadi secara berentetan.

Jenis gempa yang dicatat adalah vulkanik, multiphase, tremor, gempa frekuensi rendah, guguran dan awan panas. Sejak 3 November pukul 00.00 WIB hingga Kamis (4/11) pukul 00.00 WIB, semua kategori itu ditulis terjadi berentetan. Padahal hari-hari sebelumnya ada dalam hitungan belasan, lalu puluhan dan pernah meningkat menjadi seratusan.

“Berdasarkan laporan dari petugas pos pengamatan Gunung Merapi, dari pukul 18:00-24:00 WIB, semua pos melaporkan bahwa suara gemuruh, dapat terdengar pada jarak 20 km dari puncak Gunung Merapi. Bahkan setelah pukul 23.45 WIB, dapat terdengar dari Kantor BPPTK yang berjarak 30 km. Terjadi hujan abu dan pasir serta bau belerang dari Srumbung (Kabupaten Magelang),” demikian laporan Badan Geologi  bertanggal Jumat (5/11/2010).

Jika sebelumnya ancaman bahaya terpusat pada awan panas, sekarang lahar juga menjadi ancaman. “Berdasarkan hasil pemantauan instrumental dan visual pada 4 November 2010 dari pukul 18:00 WIB sampai dengan pukul 24:00 WIB menunjukkan aktivitas G. Merapi masih tinggi’ dengan ditunjukkan adanya awanpanas beruntun. Dengan kondisi tersebut, maka status aktivitas Gunung Merapi masih tetap pada tingkat Awas (level 4). Ancaman bahaya Gunung Merapi dapat berupa awan panas dan lahar,” ujarnya.

Badan Geologi juga merekomendasikan tidak ada aktivitas penduduk di daerah rawan bencana III, khususnya yang bermukim di sekitar alur sungai (ancaman bahaya awan panas dan lahar) yang berhulu di Merapi sektor tenggara, selatan, barat daya, barat dan barat laut dalam jarak 20 km dari puncak  Merapi meliputi, Kali Woro, Kali Gendol, Kali Kuning, Kali Boyong, Kali Bedog, Kali Krasak, Kali Bebeng, Kali Sat, Kali Lamat, Kali Senowo, Kali Trising, dan Kali Apu.

(nrl/vit)

SUMBER : http://www.detiknews.com/read/2010/11/05/072327/1486456/606/tremor-awan-panas-merapi-terjadi-berentetan-tak-bisa-dihitung?n991101605

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: