Beranda > Kosmo > Perlukah Terbuka Soal Gaji dengan Pasangan

Perlukah Terbuka Soal Gaji dengan Pasangan

https://i2.wp.com/media.vivanews.com/thumbs2/2008/12/15/60998_finansial_pasangan_300_225.jpg“Apakah Anda perlu mengetahui berapa jumlah penghasilan si dia setiap bulan?”

VIVAnews – Seberapa jauh Anda mengetahui rahasia ‘terdalam’ pasangan? Mungkin Anda tahu, siapa saja mantan kekasihnya, makanan kesukaannya, obsesi masa kecilnya, tim sepakbola favoritnya, atau di mana ia biasa menaruh kunci mobil atau dompet. Tapi, tahukah Anda berapa jumlah seluruh penghasilannya setiap bulan?

Menurut Ruth Hayden, pengarang buku For Richer, Not Poorer: The Money Book for Couples, masing-masing suami-istri memang memiliki cara tersendiri dalam mengelola keuangan keluarga.

Tapi, idealnya, suami-istri seharusnya terbuka dalam hal keuangan. Di antaranya tentang berapa pendapatannya sebulan, apakah ada pemasukan lain di luar gaji yang diterima tiap bulan, dan ke mana  saja larinya uang tersebut.

Anehnya, banyak istri yang tidak begitu ingin tahu berapa tepatnya jumlah penghasilan suami. Bagi mereka, yang penting ada uang bersama untuk mencukupi segala kebutuhan rumah tangga. Mungkin, para istri ini takut dianggap terlalu pencuriga terhadap suami, atau dianggap tidak memercayai pasangan hidupnya.

Padahal, sebaiknya masalah keuangan keluarga ini sudah dibicarakan semenjak awal perkawinan, terlebih bila Anda dan suami sama-sama bekerja. Malah, lebih baik lagi jika dibicarakan sebelum melangkah ke pernikahan. Hal ini untuk menghindari terjanya konflik masalah keuangan di tengah perkawinan. Kesimpulannya, Anda perlu tahu jumlah gaji suami, begitu pula sebaliknya.

Karena itu, ajaklah suami untuk merundingkan masalah finansial. Antara lain mengenai tipe pengelolaan keuangan rumah tangga, apakah gaji Anda dan suami digabung bersama, apakah kontribusi masing-masing dihitung berdasarkan persentase gaji atau berdasarkan pembagian tanggung jawab. Misalnya, suami mengeluarkan biaya untuk urusan yang ‘berat’, seperti membayar cicilan mobil, kredit rumah, asuransi, uang sekolah anak, sementara Anda membiayai kebutuhan rumah tangga sehari-hari.

Bicarakan pula mengenai tabungan, investasi, serta rencana keuangan di masa depan. Tak ada salahnya pula mengorek masa lalu cara orang tua suami Anda dulu mengatur keuangan mereka. Hal ini bisa saja menjadi petunjuk untuk mengetahui pandangan suami mengenai pembagian keuangan keluarga.

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: