Beranda > Jatim > Pesawat Karya Siswa Sidoarjo Diakui ITB

Pesawat Karya Siswa Sidoarjo Diakui ITB

https://i1.wp.com/media.vivanews.com/thumbs2/2010/10/20/98001_bakhtiar-ramadan-dan-sobrun-ibnu-aftal-dengan-pesawat-udara-kreasinya_300_225.jpg“Bahannya sederhana, dari styrofoam. Namun tangguh saat manuver dan jelajah terbang.”

SURABAYA POST – Tim dari SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo kembali menorehkan prestasi di bidang robotik. Kali ini, tiga siswa menyabet juara dua dalam ajang Indonesian Indoor Aero Robotic Contest (IIARC) yang digelar Institut Teknologi Bandung, 13 sampai 18 Oktober lalu.

Hasil karya ketiga siswa — Bakhtiar Ramadhan, Listiana Rizka Pranandari, dan M. Sobrun Ibnu Aftal — berupa pesawat Aero Robotic yang terbuat dari bahan yang sederhana yakni styrofoam.

Namun, karena ketangguhannya saat manuver dan jelajah terbang, karya mereka bisa meraih juara II. “Padahal, pesaingnya lebih banyak dari sekolah penerbangan.  Alhamdulillah kami juara dua,” kata Bachtiar, Selasa (19/10).

Untuk merangkai pesawatnya, Bachtiar dan timnya hanya butuh waktu tidak lebih dari satu hari. Pesawat dengan panjang 0,5 meter, berat 145 gram dan lebar 63 cm ini memang belum sempurna. Ke depan, mereka berencana melengkapinya dengan kamera untuk melakukan pengintaian.

Untuk menerbangkan pesawat itu, tiga siswa itu menggunakan remote control dan di pesawat diberi sistem transmitter dan receiver. Dengan begitu pesawat mudah dikendalikan dari bawah dengan ketinggian sampai 2000 meter. Bukan itu saja, manuver pesawat yang menjadi penilaian tersendiri bagi juri adalah bisa meliuk seperti angka delapan dan bermanuver sampai 90 derajat.

Ditambahkan oleh M. Shobrun, ke depan ia akan menyempurnakan pembuatan pesawat ini dari bahan kayu dan dilengkapi foto udara. Bukan hanya itu, pesawat juga dibuat dengan kendali tahan hujan. Sehingga, meski hujan deras pesawat masih bisa melaju tanpa hambatan.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo, Wigati, mengatakan selama empat tahun ini di sekolahnya ada ekstrakurikuler robotik. Dan ternyata banyak siswa yang berminat untuk mengikutinya. “Bahkan bukan hanya dari kalangan siswa laki-laki, tapi juga perempuan,” ujarnya.

Karena banyaknya peminat, akhirnya pihak sekolah memasukkan  robotik dalam kutikulum sekolah. Dengan begitu setiap siswa bisa mendapat pendidikan seputar robotik. “Sejak empat tahun terakhir, siswa kami sering menjadi juara di bidang ini, baik tingkat lokal, nasional sampai internasional,” tambahnya.

Hari Istiawan

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: