Beranda > Jatim > Gunung Semeru Waspada, Jatim Siaga

Gunung Semeru Waspada, Jatim Siaga

https://i1.wp.com/media.vivanews.com/thumbs2/2010/01/11/83211_gunung_semeru_300_225.jpg“Sejumlah persiapan tengah dilakukan termasuk sosialisasi, dan prasarana pendukung.”

SURABAYA POST – Status waspada pada Gunung Semeru membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemerintah Provinsi Jawa Timur siaga. Petugas makin aktif menggelar sosialisasi pengamanan diri terhadap warga seputar Gunung Semeru, apalagi setelah Merapi erupsi dan membawa puluhan korban tewas.

“Sudah kami sosialisasikan ke masyarakat soal status Waspada sehingga diharapkan bisa mengurangi jumlah korban,” kata Kepala BPBD Jatim, Siswanto, Kamis 28 Oktober 2010.

Selain itu, lanjut dia, pihaknya juga melakukan evaluasi dan memastikan sarana prasarana pendukung mencukupi. Seperti lokasi penampungan, puskesamas, angkutan transportasi. “Termasuk masker,” terangnya.

Bahkan BPBD  sudah menyiapkan  pusat informasi bencana di kantor BPBD Jatim. Tim ini terdiri dari beberapa elemen dan bekerja selama 24 jam. Hanya saja data yang ada di pusat informasi tersebut masih belum maksimal. “Kami belum link langsung ke kabupaten/kota, tapi Insya Allah masih cukup,” katanya.

Dia menjabarkan, untuk kawasan Semeru ada beberapa wilayah yang rawan bencana. Di Kabupaten Lumajang ada di Kecamatan Pranojiwo dan Kecamatan Candipuro yang terkena imbas langsung hujan batu dan kerikil. Jika terjadi letusan, warga di sekitar wilayah ini akan diungsikan ke batas kecamatan Pranojiwo sebelah timur sejauh 10 kilometer (km).

Sedangkan Kecamatan Pasirian, Kecamatan Pasru Jambi dan Kecamatan Tempur Sari masuk dalam kawasan waspada aliran sungai lahar. Sedangkan di Malang kewaspadaan ada di Kali Ampel Gading yang rawan banjir lahar.

Siswanto mengatakan, pihaknya juga bekerja asama dengan warga untuk menyiapkan kendaraan untuk evakuasi harta benda serta manusia. Di tiap kecamatan kini sudah disiapkan 100 truk serta menyiapkan tenda-tenda untuk pengungsi, masjid maupun sekolahan sebagai lokasi mengungsi.

Selain kesiapan sarana dan prasarana, pihaknya juga sudah mengalokasikan anggaran on-call sebesar Rp 2 miliar. “Kalau kurang kami akan ajukan tambahan ke gubernur,” ujarnya.

Sementara Asisten Bidang Kesra Edi Purwinarto menegaskan, Pemprov Jatim siap untuk menghadapi bencana yang mungkin terjadi. “Kami sudah menyiapkan diri untuk menghadapi bencana,” katanya.

Ia mengajak, masyarakat untuk ikut peduli bila bencana benar terjadi di Jatim.  Sedangkan  Ketua Komisi E Achmad Iskandar mengharapkan, Pemprov Jatim tetap waspada menangani bencana. Keberadaan BPBD sendiri diharapkan mampu menanganani bencana secara tertata dan terstruktur.

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: