Beranda > Pengobatan, Terapi, dan Vaksinasi Terhadap Virus > Kesimpulan Pengobatan dan Vaksinasi HIV-AIDS

Kesimpulan Pengobatan dan Vaksinasi HIV-AIDS

  • VIrus AIDSPENGOBATAN DAN VAKSINASI : Pertemuan Konperensi Internasional AIDS ke XI di Vancouver bulan Juli 1996 yl melaporkan penggunaan tiga obat kombinasi (triple drugs) yang mampu menurunkan viral load hingga jumlah minimal dan memberikan harapan penyembuhan.Kendala yang dihadapi untuk pengobatan adalah biaya yang mahal untuk penyediaan obat dan biaya pemantauan laboratorium, yang mencapai US$ 16.000 – US$ 25.000/tahun. Kendala lain adalah kepatuhan penderita untuk minum obat secara disiplin dalam jangka waktu 1,5 – 3 tahun, karena obat yang diminum secara tidak teratur akan menyebabkan resistensi.Diperkirakan karena mahalnya biaya pengobatan, maka hanya ada 5-10% pengidap HIV yang mampu berobat dengan menggunakan triple drugs ini. Jika masalah biaya ini tidak bisa diatasi, maka adanya obat tidak akan mampu memberantas HIV/AIDS secara bermakna.Penelitian untuk menemukan vaksi pencegahan HIV juga terus dilakukan. Biaya vaksinasi diperkirakan tidak akan semahal triple drugs. Seandainyaoun ditemukan vaksin untuk pencegahan HIV, kendalanya adalah harus dicapainya jumlah cakupan vaksinasi yang tinggi (80%) jika diinginkan dampak pemberantasan HIV. Untuk mencapai cakupan sebesar ini, diperkirakan akan membutuhkan biaya yang cukup mahal dan sulit disediakan oleh negara berkembang.

    Dampak sampingan dari mahalnya obat dan ketersediaan biaya untuk pelaksanaan vaksinasi, menyebabkan munculnya isu diskriminasi baru yaitu kaya dan miskin. Pengidap HIV yang kaya akan mampu menyediakan biaya untuk triple drugs, tetapi yang miskin tetap akan mati. Negara industri kaya bisa menyediakan biaya untuk mencapai cakupan vaksinasi yang tinggi, sedangkan negara berkembang mungkin tidak akan mampu.

  • KESIMPULAN : Upaya pencegahan tetap lebih baik dan cost-effective dibandingkan dengan upaya pengobatan. Untuk itu perlu dimasyarakatkan upaya pencegahan AIDS bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk untuk kelompok remaja-mahasiswa.
  1. 0khan
    Mei 3, 2008 pukul 4:00 pm

    Knapa AIDS Bisa Cepat menular???
    walaupun bhubungan sudah memakai kondom,tp tetap saja Kena2 juga dim,…
    wa mo nanya, ANAL g pke kondom bs Kena g y???

  2. dhiez
    Mei 4, 2008 pukul 8:18 am

    AIDS bisa cepet menular, karena proses penyebaran nya tidak hanya melalui kelamin, tetapi juga lewat air liur, dan luka…

    ANAL ga pake kondom ya tetep bisa kena AIDS, kan ada ada cairan yang keluar dari daerah itu, dan cairan itu sudah terinfeksi AIDS…gitu

  3. Desember 9, 2008 pukul 1:26 pm

    web kamu keren n pnuh dgn pengtahuan
    ajarin donk gmn bs
    bls k email gue key
    gue tnggu

  4. JONI
    April 16, 2009 pukul 1:51 am

    dim”gejala – AIDS yang paling SAKIT itu kira2
    gejala yang mana sih” dim????
    Mohon Ptunjuny ya dim… !

  5. atik rachmawati
    Januari 31, 2010 pukul 9:49 am

    tmbh . . iia . . situs.a

  6. desty
    Februari 23, 2010 pukul 7:21 am

    wah keren bgt tuh kak penjelasannya aku dpt tgz nd q mlih ni tuk jd pmbhzn.a

  7. Diana
    Oktober 21, 2010 pukul 8:06 pm

    Thx bgt ats info, sgt bermanfaat u/ z. Untuk tgs2 z dkampuz!!!

  8. Januari 25, 2011 pukul 10:25 am

    memang mencegah lebih baik dari mengobati, apapun itu.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: