SOLUSI EFEKTIF PENCEGAHAN PENULARAN HIV/AIDS
Oleh : Sami Ina (Anggota AlPen ProSa Surabaya)
Dimuat Surabaya Pagi, 4 Juli 2007
Apa yang terbayang di benak kita apabila mendengar kata-kata “AIDS”? Pasti yang pertama kali ada di pikiran kita AIDS merupakan jenis penyakit yang mematikan, mengerikan, bahkan membahayakan bila terjangkit pada manusia. Sampai sekarang penyakit ini belum ditemukan obatnya, tetapi penderita AIDS di dunia mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Berdasarkan penelitian Centres for Disease Control and Prevention, tiap menit setidaknya ada 4 orang di dunia usia 15-24 tahun terinfeksi virus HIV, hingga Desember 2006 total penderita HIV/AIDS di dunia mencapai 39,5 juta. Sedangkan di Indonesia sendiri tercatat 11.604 kasus (Sept,2006), diperkirakan kasus sebenarnya 90-120 ribu (P2ML&PL Depkes RI). Bisa dibayangkan bila angka penderita HIV/AIDS semakin meningkat di negeri ini, maka dapat dipastikan Indonesia akan kehilangan asset yang paling berharga yaitu generasi bangsa yang tangguh dan berkualitas di masa yang akan datang.
Untuk menghambat penyebaran HIV/AIDS agar tidak semakin menjalar di negeri ini, haruslah kita mengetahui apa yang menjadi penyebab utama penyebaran virus HIV diantaranya: Pertama, Perilaku Seks Bebas Sebagai Transmisi Utama HIV/AIDS (Survey CDC, Des 2002 dan KPAN 2003). Di Indonesia virus HIV/AIDS pertama kali masuk dibawa oleh turis yang berada di Bali. Kedua, Penyalahgunaan Narkoba Beresiko Terinfeksi HIV Karena Seks Bebas. Umumnya penderita tertular virus HIV melalui penggunaan jarum suntik bersama dan aktif melakukan seks bebas akibat “loss control” sehingga resiko tertular virus HIV semakin tinggi.
Ketiga, Penularan HIV/AIDS Sebagai Akibat “Efek Spiral” Perilaku Seks Bebas yaitu melalui transfusi darah, ASI, alat-alat kedokteran, hubungan suami isteri yang sudah tertular karena seks bebas. Sehingga tidaklah heran, apabila banyak ditemukan 3000 bayi lahir dengan mengidap HIV positif. Keempat, Mewaspadai Penularan Virus HIV Melalui ODHA. Penularan virus HIV ternyata dapat terjadi apabila ada kontak antara cairan tubuh ODHA (terutama darah, semen, sekresi vagina dan ASI) dengan luka terbuka pada seseorang yang sehat walaupun berupa luka kecil. Sedangkan caira tubuh lain seperti urine, air mata, air ludah, keringat dan feses tergolong penularan HIV berisiko rendah selama tidak terkontaminasi oleh darah ODHA.
UPAYA PENANGGULANGAN HIV/AIDS
Tidak kita pungkiri, bahwa seks bebas dan penyalahgunaan narkoba sangat erat kaitannya dengan penularan HIV/AIDS. Lihat saja, lokalisasi di kawasan gang dolly dan berbagai diskotek-diskotek di wilayah Surabaya, berapa banyak akses penjualan narkoba dan seks bebas terjadi disana. Razia-razia yang dilakukan aparat kepolisian tidaklah cukup mengehentikan penyebaran visrus penyakit ini. kampanye kondomisasi yang dieluh-eluhkan dapat mengatasi pencegahan HIV/AIDS yang ditunjang dengan pendirian ATM kondom ternyata tetap tidak membawa hasil yang signifikan. Kondom bukanlah penyelesaian tuntas, kondom tidak efektif sebagai pencegah penularan virus HIV. Karena pori-pori kondom besarnya 600 kali lebih besar dibanding besar virus HIV. Selain itu, kondom sensitif terhadap perubahan suhu. Sehingga, penggunaan kondom semakin meningkatkan laju infeksi HIV dan menyuburkan seks bebas.
Penerapan ide liberalisme di negeri ini, semakin menambah daftar panjang perusakan generasi bangsa. Akibat diadopsinya budaya barat seperti seks bebas menimbulkan berbagai permasalahan mulai kehamilan di luar nikah, aborsi, stress, bunuh diri dan kehanciran keluarga. Untuk itu, hendaknya kita lebih waspada terhadap budaya yang bersifat merusak generasi bangsa. Pencegahan penularan HIV/AIDS tidak bisa tidak harus diselesaikan dengan penyelesaian yang menyeluruh dan komprehensif bukan parsial. Ideologi sekular/kapitalis yang banyak diemban oleh beberapa negara ternyata tidak berhasil membawa bangsa ini bermatabat. Kebebasan berperilaku yang diagung-agugkan semakin membuat negeri ini terpuruk dan bakal dipastikan kehilangan generasi bangsa yang berkualitas. Hal ini berbeda dengan Islam sebagai ideologi yang terbukti dapat menyelesaikan permasalahan secara tuntas. Untuk kasus pencegahan penularan HIV/AIDS ini, ada tiga solusi yang dapat diberikan yaitu:
1. Pemutusan Rantai Transmisi HIV: Stop Seks Bebas
Aktivitas seks bebas tetap akan terjadi di negeri ini, selama negara juga tetap memfasilitasi terjadinya aktivitas seks bebas. Ada kontradiksi dalam hal ini, di satu sisi negara ingin penularan HIV/AIDS tidak terus meningkat tetapi di sisi lain negara malah memberikan izin beroperasinya tempat-tempat yang jelas-jelas menumbuh suburkan aktivitas seks bebas. Hendaknya Pemerintah bertindak dengan tegas, bukannya plin-plan karena ini menyangkut generasi bangsa di masa yan akan datang.
2. Pemutusan Rantai Transmisi HIV: Stop Penyalahgunaan Narkoba
Narkoba dan segala jenisnya sangat berbahaya, karena selain dapat menghilangkan akal manusia juga dapat menularkan HIV/AIDS melaui jarum suntik yang tidak streril. Untuk memberantasnya harus dilakukan peningkatan ketakwaan individu dan menghabisi mafia narkoba hingga ke akar-akarnya. Penyalahgunaan narkoba diberikan sanksi 40 kali cambuk dan bagi pengedar dapat dikenai hukuman mati.
3. Pemutusan Rantai Transmisi Melalui ODHA
Untuk menghambat penularan HIV/AIDS melalui “efek spiral”, maka yang harus dilakukan Pemerintah bagi ODHA yang terbukti terinfeksi karena zina dan sudah menikah akan dirajam. Sedangkan ODHA yang terinfeksi karena aktifitas homoseks haruslah dibunuh untuk menekan jumlah yang tertular akibat “efek spiral”. Langkah ini harus ditempuh oleh negara dengan menindak secara tegas bagi para pelaku. Adanya sanksi yang berat dapat semakin menurunkan jumlah penularan HIV/AIDS. Bagi ODHA yang tidak terkena sanksi yang mematikan dan terinfeksi karena “efek spiral” yaitu dengan membuat karantina bagi ODHA. Karantina ini bukanlah diskriminasi bagi ODHA karena dalam masa karantina semua kebutuhan fisik dan nalurinya wajib dipenuhi oleh negara serta akan dimotivasi untuk sembuh. Selain terapi fisik, ODHA akan diberikan terapi psikoreligi yaitu dengan memotivasi kesembuhan dan meningkatkan ketakwaan. Selama masa karantina ODHA dapat melakukan aktivitas normal sepanjang tidak membahayakan individu sehat lainnya. Transfusi darah juga harus dipastikan darah donor bersih dari infeksi virus HIV dan yang tidak kalah pentingnya negara wajib menyediakan perawatan khusus bagi ODHA dengan resiko penularan terhadap tenaga kesehatan secara maksimal.









Please, No Porno!!!!
w mw nnya ne Dim,orang yg pke Kondom aja msh bs kna AIDS apalagi yg g pke,…trz klo mlakukan Hub.ANAL sex itu bs trtular HIV AIDS atw tidak,…
Apa Bdanya Hub,ANAL sama Hub.sex Biasa???
Oleh: 0khan on Mei 5, 2008
at 4:31 am
Artikelnya bagus boss…tapi gambarnya serem…
Oleh: Baskoro Adi Prayitno on Juni 25, 2008
at 10:09 am
hemm..
menurudh ku si hubungan anal itu bisa aja..
meskipun aku masi umur 14 taun…
bagaimana pun dan dengan cara apapun…
iang namanya hubungan sex di luar nikah apalagi berganti² pasangan baik dengan cara anal ato apa lah sebagian besar bisa tertular..
tapi kalo ngelakuin nya sama org iang positif HIV..
kalo iang gak ia gak tertular..
qeqeqeqe…
don`t try idh..!!
sebelum dewasa.. tepadh nya sebelum menika..!!
Oleh: phe on Agustus 9, 2008
at 6:40 am
Good good good…sip..ya sbnrx kl kt benr2 mjlnkn hukm islam psti bs mjauhkn hal yg buruk.
Oleh: Dinding on Agustus 24, 2008
at 5:45 am
Bgus sich artikelx tp cba gambarnya d ganti dunkz jelek banget,,_
Oleh: Andin on September 5, 2008
at 2:50 pm
iwh meuni kitu tewh
Oleh: aku on September 8, 2008
at 5:51 am
Saya jadi teringat pribahasa ” ingin hati memeluk gunug, apadaya tangan tak sampai ” .
Yah, mungkin cukup jitu juga langkah-langkah yang ada di “Pemutusan Rantai Transmisi Melalui ODHA” . Tapi bung, sadarlah, kita bukan di negara Islam. Kita hidup di negara yangterdiri dari berbagai macam agama,
Seperti katamu tadi, berbagai cara telah ditempuh, namun tetap saja penularan dan angka kejadian mangkin meningkat.
Dengan tidak mengesampingkan maksud dari nilai spiritual, penghapusan penjualan kondom bukanlah jawabannya. Bahkan akan lebih memperparah keadaan.
Apabila memang harus dihapuskan penjualan kondom, benahi dulu kesadaran prilaku masayarakat kita.
Oleh: ridlo dudicof on September 8, 2008
at 12:11 pm
visit my blog : http://ridlo284.wordpress.com
thx..
Oleh: ridlo dudicof on September 8, 2008
at 12:12 pm
Aduhh…jangan coba2 main pelacur atau homoan dechh:(
Oleh: Veva on September 18, 2008
at 8:40 am
Assalamu’alaikum
) Jazakallah k.k. Wassalamu’alaikum.
Syukron sudah mau menyebarkan artikel member AlPen ProSa. Tapi, bisa minta tolong, akhi? Gambar yang dipasang jangan yang vulgar ya. Niat yang baik, penyajiannya juga harus baik kan.
Oleh: alpenprosa on September 27, 2008
at 7:07 am
kan gak smua homo mengidap aids, homo itu susah dihilangkan sekalipun si homo mw bertobat ataw sembuh tp hanya mimpi, krn homo uda bawaan dari kecil dan susah hilang, jd kt gk bisa jg men-judge homo sbg biang utama penularan hiv/aids
Oleh: ikhsan on Oktober 3, 2008
at 1:09 pm
gmn ya mau di bilang kata kata hiv aids udah tak asing lagi bgin org org yg ada di dunia ini. sudahy penyakit yg tdk ada obat nya beeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeehhhhhhhhh parah. makanya klw mau bercinta gunakan kondom .dan jangan salah pilih pasangan bercinta.
Oleh: haifal halim on Oktober 9, 2008
at 11:56 am
Hmm. .sblm’a lam knal y kak dimas,w maya dr bekbar,,
Artikel2 yg d jlsin mua’a ntu sngt bguna bg gnrasi muda,sbg pmbelajaran wat msa dpan biar g tjrumus tp kmbli k diri qta msg2,apbl qt bs mnjaga diri dlm arti tau mana yg baik n gak qta g akn mdh tjrumus dgn yg nma’a seks bebas,,
Trims kak,,
Oleh: RiMayya on Oktober 30, 2008
at 4:04 pm
bagaimana dengan penhlararan oralsex
Oleh: bram on November 1, 2008
at 2:55 pm
apakah sengan oral sex busa tertular
Oleh: bram on November 1, 2008
at 2:57 pm
Waaahh gw siiihhh lebih berminat ama gambarnya…hehehe
yang lain ada ga?he
ohya artikel nya bermanfaat banget, itu buat pendidikan dan wawasan kita juga.
karena dengan membaca artikel itu kita telah menambah wawasan, di dunia Kesehatan HIV AIDS.
Terima Kasih, Keep Post.
Oleh: Dimas Agung on November 4, 2008
at 5:39 am
artikelnya nyummiii….gambarnya ……ehm…..pakai aja kondom kalo ma gituan, palagi skrag kondom dah kayak kacang goreng, bahkan skarang di tempat umum sudah ada yang nyediain kondom gratis dalam toples gt, maksudnya sich bukan untuk mendorong tuk gituan, tapi sebagai salah satu upaya preventif penanggulangan HIV/AIDS….tp lbih baek ya..yang lurus2 aj dech…say NO to freesex gt..
Oleh: renee on November 12, 2008
at 5:52 am
Artikel’y sic oke..
Tp gmbr’y yg bnr dkt d0nx…
Sereeem bgt bgi kawula yg liat’y…
Oleh: Chiene on November 15, 2008
at 7:38 am
artikel sangat bagus sekali terus berjuang berantas seks bebas yang mengundang bahaya
Oleh: RIZAL on November 15, 2008
at 10:52 am
saya sangat suka sekali dengan gambar yang ditampilkan
Oleh: joko on November 16, 2008
at 6:39 am
maju terus pantang mundur,jauhkan dunia ini dari setan yg meracuni kita,
HIV/AIDS itu adalah karma dari tuhan,
Oleh: surya on November 26, 2008
at 1:01 am
i livo sex
Oleh: moaze on November 27, 2008
at 9:12 am
bagus tapi kalau bisa pencegahan HIV/Aidsnya yang agak lengkap dong soalnya banyak masyarakat kita yang terkena kayak itu.oke aku tunggu. makasih
Oleh: partok on Desember 2, 2008
at 11:29 am
GmnA yach,
kta gak bsa nglrang org yg ingn seks bebs krna ne kan ngra dmokrasi,
tpi buat kawula muda yg ingn msa dpan na gak ancur jngn coba2 dech dngn yg nM na seks bebs, ntar ja dEch klo udah nikah , mau ampe mlm uga gak ada yg lrang, tpi plih yg gak trkna hiv/aids, key bro,
Oleh: AdimuL on Desember 8, 2008
at 10:04 am
KURANG HOT? YANG LEBIH DONG!
Oleh: DIKI on Desember 16, 2008
at 8:09 am
Duh ngpaen mlakukan seks lo blm saatnya,bkin rusak dri Z bgi yg cwe,tpi bgi yg cwo se pzt nkmti bgt..
Oleh: Ayu on Desember 17, 2008
at 2:50 pm
Yah..hr gne msh nGom0ng seks..ap pd gx takut ap yg namanya HIV/AIDS…mdingan loe2 pd mkir dulu y kl0 pgen brhubungan gt.. Saran gw ci jgn dl..
Oleh: Cni on Desember 17, 2008
at 4:51 pm
hari gini sex bebas, ga deh. lbh baek cokli aja kalo lg ngebet….he…he…he,,,,
Oleh: iroel on Desember 18, 2008
at 8:57 am
masalah sex emang masalah yang sangat individu.
hubungan sexual pasti kita akan lakukan dengan pasangan kita cepat ato lambat..
kita tidak bisa memungkiri kalo sex itu perlu dalam suatu hubungan baik itu suami istri ato pacaran..
kita juga pasti akan memilih pasangan dan pasti akan melakukan hubungan sexual kelak.
kunci untuk g tertular HIV y setialah dengan pasangan.. kurangi bahkan hindarkan “jajan” sembarangan di luar.. puaslah kalo hanya berhubungan dengan pasangan.. n terakhir pakai kondom atau keluarkan sperma diluar vagina untuk mencegah kehamilan pada usia pacaran.. pacaran yang bersih itu pacaran yang g memandang kalo hub sex itu hina.. kalo hub sex hina gimana bisa punya anak yang berhati baik bok… baru bikin aja udah nganggap perbuatan itu hina apalagi saat lahir… hehehe…
sex boleh asalkan setia pada pasangan…
Oleh: tino on Desember 18, 2008
at 3:37 pm
teruskan bakatmu!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Oleh: abdur on Desember 23, 2008
at 3:17 am
wahhh…lucu jga gambarnya…
Oleh: ZZZZZZTTTT on Desember 24, 2008
at 4:24 am
meski banyak yang terkena penyakit ini, tapi banyak orang tua yang tidak menghirukn anak-anakny ketika dalam bergaul. mak dari itu, semua bisa dikendalikan apabila orang tua ikut perhatin dalam pergaulan anak-anaknya.
Oleh: mukhlisin on Desember 24, 2008
at 7:45 am
waaaah bener. kadang orang tua yang sangat ahli agama pun terkadang lalai memperhatikan anaknya, sehingga anaknya bisa terjerumus ke lubang hitam…seperti minuman keras (alkohol), free seks, narkoba dll…itu kan bisa menyebabkan penularan HIV AIDS…aduuuh serem’
Oleh: dhiez on Desember 24, 2008
at 12:00 pm
hahaha, terima kasih-seadanya siih
Oleh: dhiez on Desember 24, 2008
at 12:00 pm
jauh kan HIV ATAU AIDS JGN LAKUIN SEX BEBAS
Oleh: RITA LHOKSEUMAWE on Desember 25, 2008
at 8:45 am
Aduhhh……jangan coba2 deh…!!!!!!
Oleh: Rizma on Desember 26, 2008
at 2:38 am
…u_u…
Oleh: On'chome on Desember 26, 2008
at 6:44 am
kasian nak orang tuamu
Oleh: kodok on Desember 27, 2008
at 8:41 pm
, wiih , guw sk amh yg nma naa sex , pko naa patut bwd qta cb , enk bgd ky dunia mlik qta , yg laend ngontrak , haha . cb.in dech , mantep baa . cawa ..
Oleh: riska on Januari 1, 2009
at 8:42 pm
hahaha dasar, penikmat duniawi
Oleh: dhiez on Januari 2, 2009
at 11:48 am
Go0d your artikel
Kasih penjelasan yg lbh signifikan donk,and jgn cendung mengada”
Gw takUt TAuUu….
Oleh: Ezy on Januari 2, 2009
at 2:47 am
hehe, itu kan saya ambil dari sumber-sumber, jadi yaa begitulah,he
Oleh: dhiez on Januari 2, 2009
at 11:50 am
sebenar nya hiv/ads iu gak berbaya kok..tapi yang berbahaya tu IO nya yg bikin kita drop..aku jg penderita hiv tp aku mejalani hidup sehari-hari seperti gmn orang normal..jadi aku menilai sebagai penderita hiv gak penting bepikir yg macam2..jalani ja hidup apa ada nya…hiv/aids bukan dari segala nya
Oleh: ricky fransisko on Januari 7, 2009
at 4:12 pm
saya mau nanya nih, kan anda penderita HIV, anda tahu / tidak, anda itu tertular HIV dari apa? Seks Bebas / Narkoba?
Oleh: dhiez on Januari 8, 2009
at 2:44 pm
yang penting qt jgn mmusuhi ODHA deh..toh mreka kn jg sodara qt yang harus menapatkan perhatian.. n qt harus ngasih dukungan jg smangat ma mreka,gt..
Oleh: VQ on Januari 24, 2009
at 7:07 am
Yupssss SETUJU…..
Oleh: dhiez on Januari 24, 2009
at 1:17 pm
krenzzzzzzzzz bngtzzzzzz
tpi sdih jg y…..
Oleh: rie on Januari 24, 2009
at 10:10 am
:’( gini doonk???
Oleh: dhiez on Januari 24, 2009
at 1:18 pm
Settuju say not HIV!
Oleh: Krz on Januari 24, 2009
at 3:19 pm
mank bisnis d internet apa aja slain in???
not HIV…
Oleh: ehmm.. on Februari 14, 2009
at 9:34 am
Banyak Sekali yaa, diantaranya:
http://www.premaninternet.com/?ke=6771
dan sebagian yang saya ikuti ada di bawah:
http://news-berita.co.cc/content/blogsection/35/70/
Selain yang diatas, saya juga affiliasi dengan Internet Marketing.
Beberapa yang saya dapat dari Bisnis Internet Marketing:
Saya, Dimas Bagus Parasdya Murid Ali Akbar Pakar SEO | Konsultan SEO | Ahli SEO | Indonesia
Saya, Dimas BAgus Parasdya Partner Bisnis Tjandra Danny Konsultan SEO
Saya, Dimas Bagus Parasdya Join Venture Bersama Peter Kohar
Saya, Dimas Bagus Parasdya Konsultan SEO http://www.wisataanyercarita.com
Saya, Dimas Bagus Parasdya Konsultan SEO http://www.news-berita.co.cc
Saya, Dimas Bagus Parasdya Join Venture http://www.kartukreditbca.com/?19552
Saya, Dimas Bagus Parasdya Join Venture http://www.premaninternet.com/?ke=6771
Saya, Dimas Bagus Parasdya Affiliasi Partner http://www.5fcc.com/?ref=52
Saya, Dimas Bagus Parasdya Affiliasi Partner http://aliakbarpakarseo.com/blog
Saya, Dimas Bagus Parasdya Affiliasi Partner http://amazon.com/?ref=infotechandhe-20
Saya, Dimas Bagus Parasdya Affiliasi Partner http://www.000webhost.com/
Saya, Dimas Bagus Parasdya Affiliasi Partner http://www.breastactives.com/?aid=683659
Saya, Dimas Bagus Parasdya Affiliasi Partner http://www.teamcybermed.com/?a=dhimazbagoes_csaw
Saya, Dimas Bagus Parasdya Affiliasi Partner http://www.healthbuy.com/?aid=683659
dan masih Banyak Lagi, Terima Kasih
Oleh: dhiez on Februari 17, 2009
at 5:15 pm
boleh jga gmbrx!!!!!!!!
mau dunk
Oleh: nay on Maret 10, 2009
at 1:34 pm
jauhilah dan berantaslah hiv aids
Oleh: Ya**Ro on Maret 25, 2009
at 1:27 pm
say no to drugs
Oleh: Ya**Ro on Maret 25, 2009
at 1:28 pm
hii….!!!
Oleh: juni on Maret 25, 2009
at 1:33 pm
just one plends:)
Oleh: nuni on Maret 25, 2009
at 1:36 pm
Bhayak nghom loe semua. . . Yg pntg jauhi.it monster boy”s
Oleh: Dic. . ! Coy on Maret 27, 2009
at 8:32 am
say no to AIDS n HIV!!!!!
Oleh: MINE on Maret 28, 2009
at 6:04 pm
tunggu aj deh obatnya siapa tau ad ”””””””””’///////////////////////////??????????????????????????
Oleh: bangat on April 1, 2009
at 11:27 am
ok
Oleh: adi on April 20, 2009
at 5:45 pm
gejala-gejala yang pertama kali orang kena HIV apa ceh…??
Oleh: icuz on April 23, 2009
at 12:15 pm
Artikelnya bagus, tapi gambar jueeeleeek banget.
Saya pikir menanggulangi AIDS itu tidak dengan penjualan kondom bebas. Karena hal tersebut adalah perbuatan yang justru menghalalkan sex bebas. Emang negara kita bukan negara Islam, tapi negara demokrasi, saya yakin agama apapun tidak ada yang memperbolehkan/menghalalkan sex bebas ataupun narkoba.
Solusi:
1. Adanya pembinaan agama sejak dini.
misal: Adanya mentoring agama di kampus2 oleh Lembaga Dakwah Kampus, dan untuk sekolah Lembaga Dakwah Sekolah
2. Penerapan sanksi yang berat terhadap pelakunya.
3. Peran aktif pemerintah dengan adanya peratuan2 yan anti maksiat. misal: Adanya Undang2 Anti Pornografi dan Pornoaksi.
4. Tutup atau perketat aturan tempat2 hiburan Malam.
Oleh: arif on April 24, 2009
at 2:21 am
mantap boz artikel nya.
MARI KITA DUKUNG TERUS.
LANJUTKAN!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Oleh: jci on April 28, 2009
at 2:25 pm
PENYEBARAN VIRUS MEMATIKAN TERSEBUT MENJADI TANTANGAN BAGI PARA PAKAR KESEHATAN. AKAN TETAPI KEMBALI PADA PERSONYA JUAGA UNTUK TIDAK MENGGANTI-GANTI PASANGAN (COBALAH UNTUK SETIA) TIDAK ADA RUGINYA DUNIA AKHIRAT
Oleh: HARAINTO on Mei 2, 2009
at 9:33 am
Setuju…Bergaya Hiduplah dengan Sehat… Sehat itu ENAK dan NIKMAT… Terima Kasih…
Oleh: Dimas Bagus Parasdya on Mei 2, 2009
at 10:47 am
wuy………lhe mnt fb ntya gak
Oleh: sarah on Juni 1, 2009
at 1:05 pm
Gambar sama isinya ko beda y ? ?
Oleh: Wulan on Mei 9, 2009
at 8:22 am
menurut kmu lau kita udah pernah melakukan hubungan sex ama pasangan kita bisa gk kita menghentikan nya?kan hubungan sex itu terlarag sebelum menikah,tetapi lau pernah melakukan nya dan gak mau lagi melakukan nya itu susah untuk menghentikannya.rasa-rasa ketagihan terus padahal niat dari hti gk mau lagi.g mna ya caranaya tuk menghentikan nya?kasih comen dong frend
Oleh: riri on Mei 9, 2009
at 12:47 pm
yha tuk sementara kita jauhi lah pda ma yg nma cowo,
and kita terus mendekatkan diri kpd tuhan yg maha esa,
aku juga pengalaman kok,v setelah ku coba ternyata aku bisa ngejauhi sex
Oleh: putri on Juni 1, 2009
at 10:25 am
Syukurlah…. hehehe jangan di jauhi donk cowo2 nya, nanti kamu mau hidup tanpa saudara, ayah, dan teman baik???hihihi cukup di batasi aja..he
Oleh: Dimas Bagus Parasdya on Juni 2, 2009
at 12:04 pm
assalamu alikum mas dimas..
apakah HIV bisa tertular melalui ciuman ????
karena menurut saya itu pertukaran airliur jg kan….
berapa persen kira2 tertularnya mas..???
tolong di jawab yah mas…
saya tunggu yak..
salam dari luwuk banggai….
Oleh: luwuk on Mei 15, 2009
at 2:45 am
Menurut sumber yang saya tahu, terutama dari dr.Boyke,
Menurut Beliau HIV tidak menular melalui Ciuman / Air Liur…
Nah itu kalau dari dr.Boyke
Kalau menurut saya sendiri, bisa menular apabila sang penderita HIV sedang mengalami luka dimulut, entah sariawan atau apalah.
Begitu.
Oleh: Dimas Bagus Parasdya on Mei 16, 2009
at 8:50 am
artickle’y Qyenz betz..pitz cuka dah..
=> lo mical neh..Qta bobo bareng ma orang nyang kena HIV..tyuz waktu bobo ada nyamuk nyang gigit ODHA..tyuz biz ntu gigit Qta..Qra2 bica nular ga?..pa nyamuk’y doanx nyang kena HIV?..he hee e e
replay yupz..pitz tunggu..cey
Oleh: pietz_ on Mei 28, 2009
at 8:25 am
wah….wah….mas dimas jdi takut nih…
kira-kira bagaimana cara mengetahui kalo kita terkena aids…
apakah ada test yg akurat mas ?????
saya tunggu ya mas dimas ……
Oleh: luwuk on Mei 29, 2009
at 5:32 am
wawwwwwwwww………..gambar’ny ehem2 d…cuys q mo t? ne,lw org yg bru nglkuin hub intim 1 X cewex ny ga kn hamil…..yh
Oleh: sarah on Juni 1, 2009
at 1:04 pm
Hehehe tergantung, tergantung si Kalajengkingnya, udah ngeracun belum
Oleh: Dimas Bagus Parasdya on Juni 2, 2009
at 12:03 pm
Menurt aQ, artIKel nIe bgUz bgtZzZ,, biAr bNyAk yg nyAdAr akAn bSarx bhYa HIV / AIDS,,
tp q gMbr2x sReM bgtZ yC….
He….
Oleh: Nida on Juni 2, 2009
at 8:33 am
hehehe makasih,,, iya gambarnya serem biar pada takut…hihi
Oleh: Dimas Bagus Parasdya on Juni 2, 2009
at 12:01 pm
Waduh gambar na tuh jangn yg vullgar klo bsa,,,yah…
Oleh: Bayu saputra on Juni 9, 2009
at 4:45 am
em..klo ngomonhin mslh hiv mah aku jd takut
Oleh: mytha on Juni 12, 2009
at 6:31 pm
MANTAP……………………………………………!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Oleh: diaz on Juli 15, 2009
at 10:18 am
itu kan ada FB saya di samping, tinggal klik terus add…
Oleh: Dimas Bagus Parasdya on Juni 2, 2009
at 12:02 pm